tauhidmu wahai muslim (khutbah jumat)

Penulis :

Dibaca : 625 kali

إن الحمد لله, نحمده ونستعينه ونستغفره, ونتوب إليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا, من يهد الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادي له, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [1].

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا[2].

  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (71)[3].

أما بعد, فإن أصدق الحديث كتاب الله, وخير الهدي هدي محمد ج, وشر الأمور محدثاتها, فإن كل محدثة بدعة, وكل بدعة ضلالة, وكل ضلالة في النار.

Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala!

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala, karena dengan takwa, hati dan penglihatan bersinar terang, serta kesalahan dan dosa berjatuhan.

Kaum Muslimin yang semoga diberi rohmat oleh Allah Ta’ala!

Sesunguhnya Allah Ta’ala menganugrahkan kepada kita, agama yang selaras dengan fithroh manusia yang lurus dan akal yang sehat, agama yang sesuai (diamalkan) dalam setiap zaman dan tempat, agama yang menggabungkan antara ilmu dan (amal) ibadah, menggabungkan antara ucapan, perbuatan, dan keyakinan, yang mana Allah tidak  menerima dari para makhluknya seluruh agama kecuali agama ini,yaitu islam, Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ[4]

“Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala!

Dalam agama ini ada sebuah kalimat, yang barangsiapa mengucapkannya jujur dari hatinya, mengamalkan tuntutan kalimat tersebut secara ikhlas dan mengharap wajah Allah maka dia akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, yaitu kalimat La Ilaaha Illallah, sebaik-baik ucapan, amalan yang paling utama, cabang iman yang paling tinggi, barangsiapa yang mengucapkannya dengan sebenarnya niscaya mendapatkan kedudukan tinggi dalam agama ini, sedangkan hanya mengucapkannya saja tidak cukup untuk masuk agama islam dan tinggal di atasnya, tetapi harus disertai pengetahuan tentang maknanya, serta pengamalan yang menjadi tuntutannya, yang berupa meniadakan kesyirikan dan meyakini keesaan Allah dalam segala macam segi. Dan muslim yang jujur dalam keimanannya dan akidahnya ia senantiasa berserah diri kepada Allah baik dalam keputusan Allah, syariatNya, dan QodarNya, serta segala urusanNya, ia tidaklah meminta hajat2nya kecuali hanya kepada Allah, tidaklah meminta supaya terlepas dari kesusahan kecuali hanya kepada Allah, Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ[5]

” Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan dia sendiri. dan jika dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”.

Dan berdoa kepada Allah saja merupakan ibadah mulia termasuk ibadah yang paling utama, Rasulullah shollohu’alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ مِنَ الدُّعَاءِ [6]

“tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa”

Dan jika seorang muslim terlanda musibah dan kesusahan, serta jalan keluar di hadapannya tertutup, hendaknya ia memanggil Dzat yang maha Agung (Allah), karena sesungguhnya barangsiapa yang meminta kepadaNya, Dia akan memberinya, barang siapa yang meminta perlindungan kepadaNya, Ia akan melindunginnya, Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ [7]

“Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah, jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah, dan ketahuilah seandainnya seluruh umat ini berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, tidaklah mereka bisa memberi manfaat kecuali apa yang telah Allah tulis untukmu, dan seandainnya seluruh umat ini berkumpul untuk menimpakan madhorrot kepadamu, tidaklah mereka bisa menimpakan madhorrot kecuali apa yang telah Allah tulis atasmu”.

Sedangkan mayyit/orang yang mati, ataupun yang tidak ada, mereka tidak bisa memberi manfaat atau madhorrot buat dirinya sendiri apalagi orang lain, bahkan orang yang mati itu butuh orang yang masih hidup untuk mendoakan kebaikan baginya, sebagaiman Nabi shollohu’alaihi wasallam memerintahkan kita, ketika kita berziaroh ke kuburan kaum muslimin, untuk meminta kepada Allah supaya Allah merahmati mereka, kita berdoa kepada Allah supaya Allah memberi kebaikan bagi mereka, bukan berdoa meminta sesuatu, meminta pertolongan kepada penghuni kubur.

Jamaah jumat yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala!

Robb kita Allah subhanahu wata’ala memiliki sifat mendengar dan melihat, maka termasuk dari hal yang menyalahi hak Allah adalah jika seseorang menjadikan antara dia dan Allah perantara dalam meminta sesuatu atau pertolongan, sedangkan Allah telah berfirman:

 ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ  [8]

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”

Dan termasuk dari hal yang bertentangan dengan kalimat ikhlas La ilaha Illallah adalah menyembelih untuk selain Allah, Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (163)[9]

“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.

Dan Thowaf di sekeliling ka’bah merupakan ibadah yang mengandung ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, Allah Ta’ala berfirman:

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ[10]

“dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf di sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)”.

Sedangkan thowaf untuk selain Allah di sekeliling kuburan dan bangunan2 keramat merupakan hal yang menghalangi seseorang dari masuk surga.

Jamaah jumat yang dirahmati oleh Allah!

Bersumpah dengan nama Allah secara jujur dalam keadaan yang dibutuhkan termasuk dari pengagungan Robbal-’Alamin Alloh Ta’ala, sedangkan Bersumpah dengan selainNya merupakan pelecehan terhadap kedudukan Dzat sang pencipta, oleh karena itu Rosululloh shollohu’alaihi wasallam bersabda:

 

مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ[11]

“barang siapa yang bersumpah dengan selain Alloh sungguh ia telah melakukan kekufuran atau kesyirikan”.

Dan barang siapa yang menjadikan jimat untuk mengusir kejelekan darinya atau untuk mendapatkan manfaat, sungguh Rosululloh telah berdoa kepada Alloh supaya Alloh tidak mewujudkan apa yang ia inginkan, bahkan menimpa ia apa yang tidak ia inginkan, Rosululloh shollohu’alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً، فَلَا أَتَمَّ اللهُ لَهُ[12]

“barang siapa yang mengalungkan jimat, niscaya Alloh tidak akan menyempurnakan baginya”.

Dan Nabi shollohu’alaihi wasallam juga tidak mau membaiat orang yang mengalungkan jimat sambil berkata: dia masih menggunakan jimat, kemudian orang tersebut memutus jimat tersebut dan melepaskannya, kemudian beliau membaiatnya sambil bersabda:

 مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ[13]

“barang siapa yang menggantungkan jimat sungguh ia telah berbuat kesyirikan”.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Alloh Ta’ala!

Termasuk dari hal-hal yang merusak agama adalah mendatangi para tukang sihir dan pesulap yang menggunakan jin, serta mendatangi para dukun dan peramal, Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ[14]

“sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami Hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”.

Dan dalam sebuah hadist Rosululloh shollohu’alaihi wasallam telah bersabda:

من أتى عرافا فسأله عن شيء، لم تقبل له صلاة أربعين ليلة[15]

“Barangsiapa yang mendatangi peramal kemudian ia bertanya tentang sesuatu kepadanya, niscaya tidak akan diterima sholatnya selama 40 hari”.

Kemudian juga orang yang meminta tukang sihir untuk membuat celaka orang lain, maka hal tersebut akan berbalik menimpa ia sendiri, Alloh ta’ala berfirman:

   وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ[16]

“rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri”.

Kemudian juga sebuah kedzoliman tidaklah dihalau dengan kedholiman, sehingga kejelekan sihir dihalau dengan cahaya Al-qur’an bukan dengan sihir yang semisalnya, Alloh Ta’ala berfirman:

 وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ[17]

“Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Alloh !

Maka dari itu sudah selayaknya, seorang muslim menjaga akidahnya, karena akidah merupakan hal yang paling berharga yang ia miliki, dan hal yang paling mulia yang ia simpan, sedangkan kesyirikan merupakan  sesuatu yang mematikan cahaya fithroh seseorang dan sebab kesengsaraannya, serta sebab kemenangan musuh atas kita.

أعوذ بالله من الشيطان الراجيم

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (43) وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ [18]

“Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang Telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab”.

أقول ما تسمعون, بارك الله لي ولكم في القرآن والسنة, ونفعني الله بما فيه من الآيات والحكمة, واستغفروا الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل خطيئة, واستغفروه إنه هو الغفور ذو الرحمة الواسعة.

الخطبة الثانية

الحمد لله على إحسانه, والشكر له على توفيقه وامتنانه, وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا.

Jamaah jumat yang di muliakan oleh   Alloh Ta’ala!

Rukun kedua setelah syahadatain adalah menegakkan sholat, ia juga merupakan perkara pertama kali yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat, hendaknya seorang muslim menjagannya dan tidak bermalas-malasan untuk menegakkannya secara berjamaah.

Kemudian yang tidak kalah penting pula, bulan yang agung akan datang, Ramadan akan singgah di tengah-tengah kita, semoga kita bisa bertemu dengannya, maka hendaknya seorang muslim menjaga puasanya dari hal-hal yang membatalkannya atau yang bisa mengurangi kesempurnaan dan pahalanya, perbanyklah istighfar dan taubat kepada Sang Pencipta Alloh subhanahu wata’ala, dan pertanda diterimannya kebaikan adalah datangnya kebaikan setelahnya.

Kemudian ketahuilah wahai saudara-sadaraku sesungguhnya Alloh subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk bersholawat serta salam atas NabiNya, Alloh Ta’ala berfirman:

إ نَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (56) [19]

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.

Dan Nabi shollohu ‘alaihi Wasallam bersabda:

فإنه من صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا[20]

“sesungguhnya barangsiapa yang bersholawat atasku sekali, niscaya Alloh akan membalasnya sebanyak sepuluh kali”.

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت آل إبراهيم, في العالمين إنك حميد مجيد, وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد.

اللهم ارض عن الخلفاء الراشدة الأربعة ,أبي بكر, وعمر, وعثمان, وعلي, وعن سائر الصحابة أجمعين, وارض عنا معهم بمنك وكرمك يا أرحم الراحمين.

اللهم أعز الإسلام والمسلمين, وأذل الشرك والمشركين, ودمر أعداءك وأعداء الدين3.

اللهم أصلح ولاة أمورنا, ووفقهم لتحكيم كتابك وشريعتك, ووفقهم لما فيه صلاح للإسلام والمسلمين2.

اللهم ارزقهم بطانة صالحة, تدلهم على الخير يارب العالمين.

اللهم ول على المسلمين خيارهم2.

اللهم أصلح أحوالنا وأحوال المسلمين, واشف مرضىنا ومرضى المسلمين, واقض الدين عن المدينين يا أرحم الراحمين.

اللهم أغثنا 3.

اللهم بلغنا رمضان, وبارك لنا فيها.

اللهم إنا نسألك الجنة ونعوذ بك من النار3.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عباد الله ! إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.

واذكروا الله الجليل يذكركم, واشكروه على نعمه الجزيل يزدكم ولذكر الله أكبر!

.

 

 


[1]  Ali ‘Imron: 102.

[2]  An-Nisa”: 1.

[3]  Al-Ahzab: 70-71.

[4]  Ali ‘Imron: 85.

[5]  Al-An’am:17.

[6]  HR. At-Tirmidzi:3370, dan Ibnu Majah:3829, hadist Hasan dari jalur Abi Hurairoh س

[7]  HR. At-Tirmidzi:2516, Ahmad:2763, hadist Shohih dari jalur Ibnu Abbas س

[8] Ghofir:60.

[9]  Al-An’am:162-163.

[10]  Al-Hajj:29.

[11]  HR. Abu Dawud 3251, At-Tirmidzi 1535, hadist Shohih dari jalur Ibnu Umar س

[12]  HR. Ahmad 17404, hadist hasan dari jalur ‘Uqbah bin ‘Amir aljuhani س

[13]  HR. Ahmad 17422, isnadnya qowi dari jalur ‘Uqbah bin ‘Amir س

[14]  Al-Baqoroh:102.

[15] HR.Muslim 2230, dari jalur sebagiaan istri Nabiج

[16]  Fathir: 43.

[17]  Al-Isro”: 82.

[18]    Az-Zukhruf:43-44.

[19] Al-Ahzab:56

[20] HR.Muslim 384, dari jalur Abdulloh bin “amr bin “ash س

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ibnu isa

adalah seorang mahasiswa S2 di madinah islamic university fakultas fiqih sunnah. hobinya adalah menulis. termasuk yang banyak berkontribusi di maherzen

More Posts