Ringkasan buku 13 wasiat terlarang

Dibaca : 16,829 kali

Setelah membaca buku 13 wasiat terlarang maka saya berkeinginan untuk membuat ringkasan dari buku tersebut agar ketika ingin baca lagi tinggal buka saja ringkasannya tanpa perlu membuka bukunya kembali.

Wasiat #1 : pertama-tama, tertawalah

Di wasiat pertama, penulis mengajak anda untuk bergurau dan menjadi seorang yang humoris. Karena dengan bergurau, orang bisa tertawa. Sedang tertawa sendiri akan mengaktifkan otak kanan. Bahkan sesekali tirulah akan kecil yang tertawa tanpa tahu penyebabnya. Jika gak bisa bergurau maka tontonlah gurauan seperti OVJ sehingga anda bisa tertawa. Sebagai mana jargonnya OVJ “yang penting bisa ketawa” . inti wasiat pertama adalah HUMOR.

Wasiat #2 : bermainlah dengan raja namrud

Pada dasarnya manusia memang makhluk yang ingin bermain. Kita lihat saja industri game mampu menyaingi industri film. Restoran McDonald terkenal dengan paket yang berisi mainan. Inilah yang menjadi daya tarik. Beberapa presenter di tv seperti tantowy yahya berhasil dengan acara gamenya (kuis) di tv. Hanya saja saya tidak setuju dengan penulis yang mengatakan bahwa nabi Ibrahim bergurau ketika menyampaikan dakwahnya kepada raja namrud. Pasal di telinga saya, nabi Ibrahim terdengar tidak sedang bergurau. Inti dari wasiat kedua adalah GAME.

Wasiat #3 : tak perlu cantik, berceritalah

Membahas tentang seorang wanita kaya raya bernama oprah winfrey. Seorang presenter yang pandai bercerita. Kita bisa lihat juga sepak terjang JK Rowling penulis Harry Potter. Dia kaya dengan bercerita. Dalam MLM dikatakan “mulutmu adalah omzetmu”. Bahkan dosenpun harus pandai bercerita agar mahasiswa tak mengantuk. Di dalam buku inipun banyak cerita yang ditulis. Mulai dari jaka tarub sampai raja namrud. Bahkan kita lebih suka baca buku cerita ketimbang matematika. inti dari wasiat ke tiga adalah STORY.

Wasiat #4 : berkiaslah seperti binatang jalang

Dengan kiasan, sebuah pernyataan akan lebih “mengigit” ketimbang dinyatakan secara biasa dan juga lebih lama tinggal dalam ingatan. Artinya jika anda punya suatu produk maka taglinenya adalah sebuah kiasan. Itu akan lebih mengena di hati para calon pembeli. Terbukti di dalam alqur’an banyak sekali kiasan yang digunakan tujuannya agar para audiens lebih bisa mencerna makna dari alqur’an tersebut. Intinya : METAPHOR.

Wasiat #5 : bersorak “hidup kekurang-ajaran”

Slogan diatas adalah slogannya albert Einstein. Wasiat ke lima ini membahas tentang kreativitas. Sebuah produk harus dibungkus dengan kreativitas agar menarik dan tidak garing. Tanpa kreativitas maka orang akan cepat bosan. Kreativitas tak bisa dicangkok atau dipaksakan. Bisanya hanya dipancing supaya keluar. Nah, biasanya kreativitas itu bertolak belakang dari rutinitas sehari-hari. Artinya agak sedikit melenceng dari biasanya. Bang ippho pun memancing keluar kreativitasnya dengan menciptakan lagu. Intinya : CREATIVITY.

Wasiat #6 : abaikan Gutenberg, sambutlah Spielberg

Di wasiat ke enam, penulis membahas masalah visual. Sesuatu yang berhubungan dengan logo, desain, keindahan. Karena visual mempunyai kesan sendiri dan lebih mengena di hati. Oleh karena itu film lebih laris ketimbang buku. Kita bisa lihat bagaimana steven Spielberg mengutamakan special efek tinggi di setiap filmnya. Ya semua karena visual. Intinya : VISUAL.

Wasiat #7 : gumamkan jingle, senandungkan lullaby

Wasiat yang ini membahas tentang music atau jingle yang mana ketika seorang mendengarnya maka akan tahu jingle ini milik dari sebuah produk. Music memang sangat berpengaruh pada jiwa manusia sehingga menggabungkan produk anda dengan music adalah tekhnik pemasaran jitu. Hanya saja saya kurang setuju dengan point yang satu ini. Pasalnya sesuai yang saya tau bahwa music itu dilarang agama (islam). Terkejut? Silahkan anda cari sendiri artikelnya di google. Taktik music adalah jitu hanya saja kita ingin mencari rizki dengan cara yang halal. Intinya : MUSIC.

Wasiat #8 : lihatlah yang tak terlihat

Judul mungkin seperti dukun, melihat yang tak terlihat. Tapi yang dimaksud disini adalah intuisi. Agar sebuah produk menjadi hebat maka perlu sebuah imajinasi, visi dan satu lagi… intuisi. Yang ke tiga ini sangat penting. Mungkin intuisi tu seperti ilham, tiba-tiba terbesit dalam hati untuk memilih ini. Dan nyatanya benar. Dikatakan dalam memilih pasangan juga butuh intuisi. “kayaknya nie orang cocok ma saya”. Terus bagaimana agar intuisi jadi tajam? Terus terang saya tidak tahu. Tapi yang saya tangkap dari bab ini adalah pengalaman dapat mempertajam intuisi. Intinya : INTUITION.

Wasiat #9 : urailah lima jenis sintesis

Dari 13 wasiat yang paling saya tidak pahami adalah nomor 9 ini. Apa maksud secara pasti dari sintesis itu? Dikatakan dalam buku bahwa sintesis itu ada 5 : generalist, crosser, tricker, connector, detector. Kelimanya bagi saya seperti sebuah sifat manusia. Apakah sintesis itu sebuah sifat manusia? Atau mungkin sebuah keadaan tertentu? Yang mana orang kreatif dan ingin maju harus bisa bertahan jika berada di 5 keadaan tadi. I don’t know. Inti dari wasiat ke Sembilan adalah SYNTHESIS.

Wasiat #10 : jangan berkata-kata sama sekali

Kelihatannya seperti menyampaikan tanpa berkata apa-apa. Talk less do more. Lebih tapatnya berempati. Kita melakukan apa yang dibutuhkan orang. Seperti jargon nokia “tekhnologi yang mengerti anda”. Seorang penjual juga harus mempunyai empati seperti harus rela mendengarkan apa yang diinginkan pelanggannya. Tidak hanya saat menjual, saat menulis atau menelpon juga perlu empati. Initnya : EMPATY.

Wasiat #11 : booking tiket ke bali dan jogja

Bab ini membahas masalah keramahtamahan. Penulis mengajak pembaca untuk beramah tamah di manapun kapanpun walaupun menghadapi konsumen yang sulit sekalipun (udah brapa “pun”?). keramahan adalah ciri khas orang Indonesia. Keramahan membuat para turis rela bolak-balik ke Indonesia. Keramahan adalah kunci sukses anda. Intinya : HOSPITALITY.

Wasiat #12 : jangan sekedar meminta, bersyukurlah

Dalam islam diajarkan bersyukur. Bagi orang islam jelas tidak asing dengan kata syukur. Dalam alqur’an diarjakan agar bersykur di setiap saat bahkan ditegaskan bahwa derajat paling tinggi orang bersyukur adalah ketika ia terkena musibah dan bersyukur. Dalam buku “the secret” dibahas tentang masalah bersyukur (padahal penulisnya orang barat). Bersyukur itu membuka pintu rizki, bersyukur itu membuka pintu hikmah. Intinya : GRATITUDE.

Wasiat #13 : akhirnya, ayunkan tongkat musa

Di wasiat terakhir ini, penulis membahas tentang pemaknaan hidup. Bahwa kita hidup tidak untuk mencari materi saja. Kita harus memberi porsi untuk spiritual sehingga tidak menempatkan matrealitas sebagai nilai mutlak atau tertinggi. Ada porsi untuk spritualitas juga. Bisa dicontohkan seorang pengusaha tidak hanya mencari laba semata tapi juga memberi bantuan kepada anak yatim, fakir miskin, membangun masjid, yayasan yatim piatu dan lain-lain.  Disini penulis memisalkan matrealitas sebagai tingkat harry potter sedang spritualitas adalah tongkat nabi musa.  Intinya : MEANING.

Sebagai penutup saya berpesan agar jangan lupa dengan 2 wasiat terakhir. Sengaja saya tidak menulis ringkasan tentang bab setelahnya.

Terima kasih untuk mbak nabel dan toko buku gramedia – saya berdiri beberapa jam di gramedia hanya untuk membaca buku ini lho. Suwer, berdiri!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...