baju baru alhamdulillah

Dibaca : 793 kali

melihat baju koko keren di toko rabbani, saya jadi ingin membeli. setelah saya beli dan saya pakai, ada yang komentar begini

“baju gitu doang kemahalan tau!”

“rabbani cuman menang nama doang”

“itu di tanah abang dengan model yang sama harganya cuman 50 ribu”

haduuuuuuuhh, jangan buat ana nyesel membeli doooooooong.

membeli baju atau merek?

ada harga ada rupa.  itulah semboyan dalam membeli barang. memang betul, dengan harga murah anda bisa mendapatkan barang sebagus merek ternama tapi dengan merek yang berbeda. jika kita bandingkan 2 orang, satu memakai pakaian merek ternama sedang yang satu memakai pakaian merek tak terkenal dengan model yang sama. kira-kira mana yang paling dianggap wah oleh orang-orang? jelas yang bermerek. ada rasa tersendiri ketika memakai atau menggunakan sesuatu yang bermerek walaupun itu hasil pinjeman atau kredit atau yang lain (bukan beli sendiri).

sering kita dengar bahwa pakaian merek perseus yang harganya selangit ternyata bahan-bahannya dari indonesia dan dibuat di indonesia kemudian di ekspor ke singapur dan dijual lagi ke indonesia :) . apa yang membuatnya mahal? MEREK. apa yang membuat orang ingin membeli pakaian tersebut? M-E-R-E-K.

kenapa begitu?

seperti yang telah saya singgung diatas, ada rasa tersendiri ketika memakai sesuatu yang bermerek. merek itu tidak hanya menawarkan style yang bagus tapi juga image bagi penggunanya. orang yang memakai merek tertentu akan mendapatkan image tertentu juga walaupun dia tidak membeli dengan uangnya sendiri. seperti kata ruhut sitompul tentang jam rolex nya yang seharga 450 juta :

“Paling enggak kalau mau nanya tarifnya berapa kan lihat jam sudah tahu hahaha,”

artinya klien Ruhut langsung paham kalau dia adalah lawyer dengan bayaran tinggi dilihat dari jam tangannya.

tapi jangan berlebihan

boleh saja anda membeli merek mahal tapi jangan berlebihan. mahal tapi sewajarnya, seperti saya contohkan tentang baju koko yang saya beli, dengan harga masih ratusan ribu adalah wajar, yang tidak wajar kalo mencapai puluhan jutaan rupiah. terkait dengan om ruhut, menurut saya sudah melebihi batas (sory om ruhut, saya harus jujur). kalo dilihat dari fungsi, merek terkenal seperti casio bisa menawarkan harga 1-2 jt. itu saja sudah dianggap mahal. bagaimana dengan anis matta yang harga jamnya mencapai 70 jt? apalagi dia memakai alasan yang tidak logis “hanya untuk memantaskan saja”. masih logis alasan om ruhut menurutku. lha 70 jt aja sudah dianggap melebihi batas apalagi 450 jt???

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...